Ternyata...tetep aja dengan cara yang sudah2,sekolah menuntut kerja sama orang tua untuk selalu mengingatkan anak/siswa agar giat belajar utk mencapai UKM yg sudah ditentukan,ngingetin PR yang ada,ngingetin selalu mengerjakan PS dan dikumpulkan tepat waktu,ngingetin dan bantuin ngerjain tugas yang harus dikumpulkan tepat waktu...kalo gak tepat waktu 'nilai berkurang,kalo nilai kurang dan tidak mencapai UKM 'tidak naik kelas'.
Hehehehe...sudah menjadi kewajiban kami sebagai ortu untuk memantau perkembangan belajar anak2 dirumah dengan tugas2nya.Gak perlu diingatkan seolah2 kami ortu tidak bertanggung jawab akan hal ini.
Namun yang menjadi pertanyaan saya adalah "Ngapain aja dong di sekolah ?"
Cuma dapet PR....dan dikerjakan di rumah.
Dapet tugas...dikerjakan dirumah dengan harapan ada kerja sama dengan ortu.
Dapet PS...dikerjakan di sekolah tepat waktu.Kalo gak tepat akan berpengaruh dengan nilai.
Setiap hari dapet catatan dr guru lewat buku komunikasi,"belajar pelajaran ini...halaman ini...untuk besok"......Jadi belajarnya dirumah ???
Trus pembelajaran yang bagaimana yang diterapkan dari guru di sekolah ?
Buku paket udah beli dari sekolah...anak/siswa disuruh ngerjain halaman sekian sekian
Lalu ulangan...kalo nilai nya jelek di anggap bodoh dan bisa gak naik kelas.
Kami ortu diharapkan mengajari anak/siswa untuk mengikuti aturan2 sekolah yang berlaku,kami berusaha melakukan sebaik2nya.....dari kelengkapan seragam,kehadiran tepat waktu,meminimalisasikan absen.
Tapi untuk masalah baju olah raga yg suka tertinggal di sekolah saja...sekolah minta ortu yg selalu mengingatkan anak/siswa.
Bukankah saat itu anak/siswa berada di sekolah ? Bersama dengan guru...dan tidak dengan ortu...
Kenapa bukan guru yang mengingatkan...sehingga tidak sering terjadi baju olah raga tertinggal dan hilang,sehingga mau gak mau ortu akan beli lagi.
Bagaimana guru dan ortu bisa berbagi komunikasi untuk memantau perkembangan anak/siswa dirumah atau disekolah kalo saja tidak diperkenankan berbagi no handphone ?
Hanya bisa menghubungi tata usaha saja....nah anak2 kan setengah hari di sekolah kan ama gurunya,yang tau apa yang terjadi kan gurunya...yang mengerti perkembangan sehari2 dikelas.
Komunikasi hanya bisa dilakukan dengan menulis dicatatan ??? (ohhhh c'mon...)
Kami yayasan sekolah dengan beberapa sekolah yang ada di Indonesia...menerapkan konsep sekolah yang seperti ini,nilai harus tinggi,intrepreneur sejati,mengembangkan kreativitas anak/siswa (yg tugas2 nya selalu dikerjakan ortu,terbukti di multiplus terdekat selalu ada print tugas2 yang sama)
Gimana system penerapan konsep mengajarnya ???
System nya harus instan sesuai kurikulum pemerintah !!!
Tidak bisakah menerima system proses pembentukan kreativitas melalui pembelajaran karakter yang baik ?
Nilai...nilai...nilai saja yang di mutlak di tentukan
Pembentukan karakter tidak dipedulikan lagi...
Guru2 di lantai 2 sedang berbicara tentang "pentingnya menjauhkan anak/siswa dari gadget" tapi setelah saya keluar dari ruangan...ditangga beberapa anak/siswa sedang maen ipad dan tab sementara para ibunya sedang mengikuti Parents Meeting di lantai 2 tsb.
Kebanyakan teori kesan nya...
Kembali seperti temen saya bilang,"lo gak akan bisa lawan yayasan dengan mengajukan system belajar yang lo mau.Guru2 itu akan mengikuti bagaimana aturan yang diterapkan yayasan"
Jalan yang harus dilakukan adalah mencari system sekolah lain...take it or move...
Sementara saya menginginkan yang terbaik utk kehidupan anak/siswa untuk mendapatkan sekolah yang mengutamakan :
"Cara mengajar dan penerapan yang sesuai dan sekiranya akan diminati anak/siswa"
"Bagaimana sekolah mengutamakan ajaran agama sebagai kehidupan dasar manusia dalam berlaku dikehidupan ini"
"Sekolah yang mengembangkan kreativitas anak/siswa sesuai dengan talenta yang dimiliki"
"Sekolah yang mengerti bahwa ada anak/siswa yang memiliki cara berpikir dengan otak kanan dan otak kiri serta mereka sanggup menyalurkan aspirasi anak/siswa dalam minat belajarnya"
Ok Vie....think think think !!!
U have to decide what's the best for ur kid
August 8th'2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar