15 November, 2013

Syukuri Berkat

Hahahaha...today is Saturday,November 16th 2013
10.45 am



Dapet pengalaman yang luar biasa untuk bisa diceritakan.

Ceritanya hari ini rencana mau tugas kerja ke Bandung ada acara gathering Mandiri ama Simply fresh Band selama 3 hari,tp sebelum berangkat pengen banget ngajak bicara Jer anak laki2 ku karna semalem Tata iparku ngasih tau "Mami,si Jeremy tuh kayaknya lagi kangen ama papi nya...dr kemaren ngomongin kalo kangen ama papi nya".

Akhirnya dengan sengaja minta tolong anter ama Jer untuk keluar dengan keperluan foto kopi NPWP dan ambil duit di ATM sebelum berangkat ke Bandung.Dengan tujuan untuk bisa ngobrol bentar 'Mommy & Son' supaya Jer agak sedikit plong dan aku juga bisa pelan2 belajar mengerti apa yang ada di pikiran anak laki2 ku dan gerangan apakah yang sedang berkecamuk di hatinya.

Akhirnya setelah beres keperluanku,aku memutuskan untu sarapan bentar berdua ama Jer di Soto Lamongan depan komplek rumah yang juga merupakan langganan kami sekeluarga.
Warung Soto Lamongan itu berada di teras Toko Bangunan jemaat gereja ku...baru aku tau juga ternyata namanya Ko Sonny.Sering banget ketemu di gereja tiap minggu pagi,dia selalu bersama istri nya yang lagi hamil...mungkin sudah lahir ya saat ini.Ko Sonny dan istri ini suka menyapa dan memberi salam kepada kami di gereja.

Saat itu aku dan Jer langsung duduk diwarung soto itu dan gak sengaja ternyata Ko Sonny ternyata ada juga di warung itu,padahal selama aku makan disitu gak pernah berbarengan makan di tempat yang sama heheheheh....dan aku pun menyapa "Apa kabar pak ? Selamat sarapan" bermaksud untuk menyapa karna,sungguh....beliau ini murah senyum,jadi menyenangkan untuk disapa...dia dan istri nya pasti (Don't get me wrong lol)

Setelah duduk kami berdua duduk dibangku tak jauh dr Ko Sonny berada,aku memesan Soto kepada ibu langganan ku "Biasa buu...kulit ya,kalo Jeremy...koya nya yang banyak"
Dan kami menunggu pesanan kami sambil aku mencoba membuka pembicaraan dengan Jeremy "Gimana sekolah Jer ? Is everything running well ? how's ur teacher ? And how u and ur friends get along ?"
Semua pertanyaan dijawab hanya dengan satu jawaban "Everythings fine mami...semua baik"
Hehehehe aku semakin penasaran tapi gak mau nanya terlalu jauh....sebenarnya karna aku takut menguak kesedihan dalam hati nya.Terlebih2 apa yang sedang berkecamuk di benaknya.
Aku diam lagi sambil akhirnya soto kami tiba.... Jeremy minta tambah koya lagi,aku membubuhkan sambal dalam mangkok soto ku....yummy.
Sambil kami memulai makan...suapan pertama lalu lirih terdengar Jer bicara nyantai "Aku kangen papi,mami....aku pengen ketemu ama dia tp aku takut dia gak mau ketemu ama aku". 
Aku yang sudah tau masalahnya berusaha tenang dan nyantai juga "Abang Jer mau ketemu papi ?".
Dia jawab langsung,"enggak ahhh...aku sakit hati dulu pernah telpon yang angkat istri nya dan istrinya nanya ini siapa...aku jawab,ini anaknya...eh istrinya bilang jangan main2 kamu"

Degghhh !!!!

Aku merasakan luka yang dalam dari hati anakku Jer
Oh Lord Jesus please help me
Aku berusaha menata hatiku yang ikut hancur mendengar cerita Jer yang mungkin hatinya malah remuk redam...dia lebih hancur dari hati ku sepertinya.

Kemudian aku bilang,"Jer berdoa ama Tuhan Yesus aja....mungkin memang Tuhan mengijinkan kita hidup bertiga aja ama Jo karna Tuhan sayang ama kita.Dan Tuhan ingin kita mengandalkan Dia dalam kehidupan kita"

"Ada rencana yang lebih indah yang Tuhan rancangan untuk kehidupan kita...percaya tuhan akan membuat kita semakin kuat dalam kelemahan hati kita"
Mungkin karna masih terlalu muda,Jer agak emosi menanggapinya...aku tau itu untuk dia menutupi kesedihan dalam hati nya.
Dia sambil makan soto yang agak panas dan pedes itu bicara dengan intonasi agak kencang,"liaaaat aja ya papi nanti kalo aku ketemu ama dia aku pukul,aku marah ama papi...aku inget dulu mami pernah di pukul kan....itu yang bikin aku jengkel ama papi....lagian jahat banget,gak pernah mau nemuin anaknya...papi apa ituuu !!!" 
Sangking kencengnya...mungkin Ko Sonny yang duduk di meja sebelah diem aja tapi bisa dipastikan dia mendengar percakapan kami.Tapi aku gak mau menstop pembicaraan Jeremy yg berapi2 karna aku tau dia sedang mengungkapkan isi hatinya yang lagi sakit.
Aku membiarkan Jer melampiaskan emosi nya tanpa peduli apa....aku hanya peduli "aku ingin anakku melepaskan emosinya".

Jeremy masih meluapkan emosi nya dengan kejengkelannya ama papi nya dengan berapi2 dan aku hanya bilang "ga pa paaaa....biarin aja,nanti Tuhan Yesus yang akan menjaga kita"
Aku gak bisa mengkompori Jer karna pasti akan kebakar....jadi lebih mereda emosi nya aja biar dia tau bahwa dia ada ama mami nya...dan maminya yang akan bersamanya mendampinginya menjaganya.
Jadi akan aku biarkan Jer dengan pemikirannya...Tuhan Yesus ku yang akan memimpin dan menyentuh hatinya dengan KasihNya.

Seperti yang td aku bilang....kayaknya Ko Sonny ini denger pembicaraan kami krn suara Jer yang berapi2...i just dont care...this is my life.

Tapi kemudian disela makan kami yang masih setengah,Ko Sonny kayaknya udah selesai krn dia lebih dulu duduk dan makan di warung Soto Lamongan itu...dia selesai,beres dan berdiri menuju ke mbak penjual untuk membayar.Aku masih menunduk utk menghabiskan makanan ku....dan Jer pun juga begitu,ngabisin soto berkoya banyak kesukaannya.
Laluuuuu....hahahahahah jadi malu,mbak penjual nya balik badan menghadap kepadaku "Mbak Ov udah di bayarin ama Ko sonny yaaaa buat berdua Jeremy" 
Hahahaha aku maluuuu....aku maluuu....sambil bilang "Loohhh Ko Sonny,gak usaaahhh...jangan repot2 !!!" Ini beneran....gak pereuuussss.
Ko Sonny bilang,"Gak papa bu Ov...sekalian aja"
Gak enak kalo menolak...akhirnya aku bilang juga "Terima kasihhhh ya Ko Sonny"

Mungkin kah dia denger pembicaraan aku dan Jer ?
Mungkin dia melihat owwhhh ini ada janda dan anak nya teraniaya dan merasa iba
Hahahaha...akhirnya di traktir
Thanks a lot

Hanya bisa berpikir bahwa...

Berkat sebesar atau sekecil apapun itu berkat..karunia dari Tuhan dan patut di syukuri.

Dalam setiap permasalahan yang Tuhan sudah ijinkan terjadi ama kita,pasti ada rencana yang lebih indah di balik semua yang terjadi...mengasah kami manusia yg terbatas ini menjadi pribadi yang berserah dan tahan uji yang hanya mengandalkan Dia di setiap aspek kehidupan.

Rencana Mommy and Son's talking memberikan berkat traktiran Soto untuk sarapan jasmani kami.
Terima kasih Tuhan
Terima kasih Ko Sonny
I love u Jer...so much
Love u too Jo

23 Juli, 2013

Happiness In The Other Way

The happiness of having such a close and warm family it's describes in our smiles and hugs in  every situations...we are belongs to one and another...we are children of Jesus Christ and we are not afraid because Jesus will lead our way.















We miss u Mom and Dad in heaven 






Menemani Kegagalan

Menghadapi suatu kegagalan bukanlah suatu hal yang sangat mudah bagi setiap manusia dalam kehidupan mereka.Baik yang telah sukses kemudian gagal maupun yang belum pernah berhasil namun sudah menghadapi suatu kegagalan dalam kehidupannya.
Untuk orang dewasa yang sudah berpengalaman pun suatu kegagalan akan sanggup membuat hatinya hancur dan merasa tak berdaya,sedih maupun kadang bisa juga kehilangan kendali diri... 

Apalagi jika seorang anak2 yang usia nya belum lagi dewasa...

Untuk seorang anak2...kondisi kegagalan bisa menimbulkan kesedihan yang sangat dahsyat dihatinya
bahkan bisa jadi dia belum mengerti apakah itu arti kegagalan sehingga dia tidak merasa sedih,malu bahkan dianggap suatu hal yang biasa saja.
Kegagalan anak2 ini biasanya di sebabkan oleh kegagalan pola atur atau system dari orang dewasa yang ada di lingkungan mereka.Orang dewasa seperti orang tua ataupun guru disekolah yang menerapkan dan membatasi cara berpikirnya mengikuti dan menuruti pola pikir orang dewasa.
Kesalahannya adalah jika orang dewasa memposisikan anak2 ini menurut sekehendak hatinya saja...akhirnya anak2 harus mengikuti system yang di buat orang dewasa yang mana kadang agak sedikit kolot atau terlalu terpaku dengan tuntutan program akademik yang kaku.

Anak2 memiliki otak dan daya berpikir sesuai dengan perkembangan mereka...

Setiap orang tua menginginkan yang terbaik untuk anak2nya itu pasti...mereka selalu berusaha mengikuti perkembangan yang sesuai dengan cara berpikir anak2 itu harus.Menghargai setiap pemikiran anak2 dan menunjukkan kebanggaan atas karya atau kemampuan anak2 dalam kemajuan berlaku atau menghadapi situasi yang terjadi...terlebih2 bisa menjadikan diri sebagai teman dalam anak2 berbagi pendapat dan perasaan mereka.Menjadi orang tua yang demokratis akan membuat anak2 menjadi nyaman dalam hubungan dalam keluarga sehingga anak2 merasa aman dan dihargai dalam kondisi manusia yang sedang berkembang dan mencari jati diri.
Namun kadang2 system yang dijalankan oleh orang tua tidak juga sepaham dan sejalan dengan cara sekolah akademik itu menghadapi anak2 dalam pertumbuhannya di lingkungan sekolah.
Sekolah formal akademik yang selalu mengutamakan kurikulum dengan konsep2 mereka itu baik adanya,tapi beberapa tenaga pengajarnya yang hanya mengejar tuntutan kurikulum tanpa melihat kondisi dan situasi yang terjadi dalam diri anak2 itu sepertinya mengganggu proses anak2 dalam menyerap dan menerima pelajaran di sekolah.

Saya berkata sebenarnya setiap sekolah itu baik adanya....dengan segala konsep yang ditonjolkan...

Sangat disayangkan keadaan salah satu sekolah yang cukup besar dan menyebut dirinya pembentuk karakter anak2 tidak disertai dengan pembimbingan tenaga pengajar yang sesuai dengan konsepnya.Mereka hanya sekolah formal biasa tanpa benar2 terlihat karakternya secara keseluruhan.Harusnya sebelum membentuk karakter untuk murid2 nya,tenaga pengajarnya juga harus membentuk karakter mereka dahulu.
Menilai anak2 bukan hanya dari nilai akademik yang hanya merosot beberapa bulan terakhir saja...menyikapi karakter anak2 dengan karakter yang baik juga.Tidak melabeli anak2 dengan istilah bodoh ataupun nakal,namun mencari tau mengapa terjadi hal seperti ini dan mencari jalan keluar untuk bisa membangun kepercayaan diri anak2 untuk merasa bisa diterima dalam lingkungannya kembali.
Banyak hal yang terjadi yang terjadi yang sangat mengecewakan dalam mereka menghadapi anak2 disekolah....yaahhh mereka hanya manusia biasa...itulah kata2 yang biasa mereka ucapkan.
Namun kegagalan dalam berkarakter,cara penanganan dan bahkan penilaian terhadap anak2 inilah akhirnya menyebabkan kegagalan anak2 dalam berpendidikan.
Orang tua berusaha memberikan pendidikan yang terbaik...namun sebagian tenaga pengajar tidak mengerjakan tugas mereka dalam cara mengajar dengan menggunakan karakter yang seharusnya.
Tidak mau mengungkapkan semua kejadian secara rinci namun sebagai orang tua kiranya harus tetap belajar mencari tau apa yang harus dilakukan untuk bisa mengentas anak2 jika mereka masuk dalam kondisi seperti ini.

Turning Point...

Kegagalan bukan akhir dari segalanya...bisa jadi jika gagal disuatu kondisi akan bisa mencari keberhasilan di kondisi yang lainnya.
Meyakini bahwa untuk menuju jalan yang terbaik bisa jadi melewati hambatan2 yang akan dihadapi dulu.Berpikir jika tidak melewati kegagalan mungkin tidak akan menemukan kesempatan baru yang terbaik ditempat lain.

Tidak perlu menyalahkan siapa2 lagi...berusaha introspeksi dan berkaca saja sehingga kesedihan atas kegagalan bisa menjadikan cambukan untuk bisa berusaha menjadi yang lebih baik di masa yang akan datang.Menemani dalam segala keadaan dan situasi...menghibur dan mencari jalan yang terbaik yang akan segera saya lakukan.Mencintaimu dengan segenap hatiku...

This is the time to leave all the bad things behind...startin' all over for the best future
For better life u will be by my side and by HIS arms always

I love u always Jay




22 Juni, 2013

Pengertian dan pemahaman tentang cara menghadapi anak2 yang baik

Menyimpulkan dengan pengertian yang kurang benar banyak membuat masalah dalam kehidupan sehari2...harusnya suatu keputusan bisa lebih diambil dengan pemikiran yang benar2 matang tanpa adanya intimidasi.

Disadur dari buku "Anak Juga Manusia" dari Angga Setyawan.
(Buku yang sangat luar biasa,yang bisa membuka mata kita utk bagaimana memperlakukan anak2 dalam kehidupan sehari2)

Ini yang sering terjadi dimasyarakat kita...Anak2 dinilai dan disimpulkan ia pintar atau bodoh hanya dari sebuah parameter,yaitu nilai pelajaran sekolah.
Padahal,kecerdasan itu sangat luas sekali.Bagaimana kita berani mengukur seorang itu cerdas atau tidak hanya dari nilai sekolahnya ? Apakah mau kita ini disebut meremehkan ciptaan Tuhan ? Tidak ada yang salah dengan ciptaan Tuhan...Kitalah yang terlalu sempit berpikir tentang makna kecerdasan.
Kita sudah melihat bukti dari begitu banyaknya orang yang tadinya biasa2 saja disekolah malah sukses luar biasa dikehidupannya.
Kita juga sudah melihat begitu banyak profesi hebat yang ada didunia ini yang tidak disediakan melalui jalur sekolah.

Kemudian...apakah sekolah itu tidak perlu ???
Tentu saja sekolah itu perlu....

Yang tidak perlu adalah melabeli anak dengan sebutan bodoh hanya karna nilai sekolahnya jelek.
Lebih baik kita fokus pada apa yang menjadi kelebihan anak,lalu bantu anak untuk mengasah kelebihannya tersebut sehingga kelak kelebihannya berguna bagi dirinya pribadi dan sesama.
Bukankah itu makna mendidik anak yang sesungguhnya ? Bukan hanya mentransfer pengetahuan semata...tetapi membantu anak menemukan potensi yang sudah Tuhan berikan...

(Buku "Anak Juga Manusia" hal 92)


P.S.
Sepertinya sangat perlu dibaca,dimengerti dan diterapkan dalam pemikiran orang tua dan bahkan para guru2 disekolah yang hanya memikirkan akademik tanpa memiliki rasa besar hati dalam menghadapi anak2....