24 Oktober, 2012

OKTOBER 20th

Sebelum bulan Oktober ini berakhir...
ingin selalu mengungkapkan segala yg ada dihati untuk rasa kehilangan yang terdalam ini

Happy Birthday Mama 20 Oktober

Segala yang sudah kau lakukan untukku sangat berarti dalam kehidupanku...dulu,saat ini dan kelak.
Everythings happen for a good reason and the good reason for me to be alive is when i have u in my life.
Setiap saat,setiap pikiran,setiap langkahku selalu membawa mu dalam hatiku...

U never go...u're always live in my heart forever

Kadang perbedaan terjadi dan sekarang baru menyadari bahwa kau selalu ingin yang terbaik dalam hidupku.
Maafkan anakmu ini yang mungkin belum mampu membahagiakan mu dan memberikan yang terbaik untukmu.Rasanya aku ingin bersujud dan mencium kakimu untuk memohon ampun dan berjanji bahwa aku akan selalu mencoba menjadi seperti yang kau inginkan.
Kau selalu menyayangiku dalam kehidupanmu...dan aku memberikan rasa sayang dengan cara yang berbeda kepadamu...namun itulah cinta,sayang dan hormatku untukmu Mama

Ini hatiku yang selalu penuh dengan cinta,kasih sayang dan hormat untukmu
Terima kasih untuk saat2 terakhir kita bersama...
Dan aku bersyukur Tuhan mempercayakan kenangan terakhirmu dalam pelukanku...
Mama...terimakasih,dalam pelukanku kau pergi...engkau biarkan diriku merasakan cintamu erat dalam hati dan pelukanku.

Setiap kenangan,mimpi2 mu dan cinta mu akan selalu ada dalam hatiku

I love u Mama...i miss u so much







23 Oktober, 2012

Mendengar Anak2 Berdoa

Doa anak2

 Setiap malam ketika jam mulai menunjukkan pukul 9 sampai 10 malam adalah saat2 indah untuk dinikmati.Tentu saja jika tidak ada pekerjaan yg harus dilakukan pada jam2 malam itu. Kegiatan menidurkan anak2 merupakan kegiatan kita orang tua bisa lebih mendekatkan diri dengan mereka dengan mengawali perbincangan ringan sampai canda tawa yang juga kadang menimbulkan 'omelan' mami dimalam hari..."Yoookkk bobooookkk,kalo becanda melulu besok kesiangan bangunnyaaaaaaa !!!".

Padahal sebenarnya mami pengen anaknya cepet bobok supaya mami bisa melanjutkan kegiatan privacy sendiri hihihi...semisal,nonton dvd atau sekedar cek timeline di twitter :D

 Namun ada satu kegiatan ujung malam ini yang sangat begitu istimewa bagi kami... 'BERDOA'

 Berdoa bersama bagi kami merupakan satu hal yang sangat istimewa karna sangat menyatukan kami dan membuat kami selalu belajar utk bersyukur dan menjadi lebih baik lagi dari hari kehari.Dan hari ini yang membuat lebih dari istimewa adalah 'doa anak2' tentang permintaan mereka.
Biasanya dalam isi doa mereka selalu ada 'bersyukur utk hari yang telah dilewati','berterima kasih atas perlindungan penyertaan yang Tuhan Yesus terhadap kehidupan kami','minta ampun atas kesalahan/kenakalan yg pernah dilakukan','minta tolong Tuhan Yesus jaga dalam tidurnya' dan 'minta dibangunkan pagi2 dengan sehat' serta tidak akan pernah lupa 'titip salam rindu dan cinta buat eyang kakung dan eyang yang sudah berada bersama Tuhan Yesus di surga'.

 See...biasa nya mereka hanya minta hal2 yang wajar dan normal utk kehidupan mereka,gak pernah minta yang aneh2..tulus dalam kemurnian hati anak2.Hingga malam ini....

 Jay :
 Tuhan Yesus yang berada di surga....
Saat ini Adek Pepa mau bobok,terima kasih sudah dijagain seharian tadi. Kiranya Tuhan mau menemani adek Pepa dalam tidur ini,jauhkan roh2 jahat yang berusaha menghancurkan.
Dan Tuhan kiranya bersedia memberikan Adek Pepa "BOLA" untuk hadiah Natal besok...
Adek Pepa pengen "BOLA" karna sudah rusak semua yang dibeliin mami.
Adek Pepa janji akan menjaga dengan baik "BOLA" pemberianMU.
Terima kasih Bapa...dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa....Amien

 Mendengar abang nya berdoa demikian....Hmmmmm adiknya gak mau kalah.

 Jo :
 Tuhan Yesus,Joanna juga mau bobok dulu ya...
dijagain ya supaya besok bisa bangun pagi2 dengan gembira juga.
Joanna juga mau dibelikan "BABY ALIVE" buat hadiah Natal.Jangan lupa ya Tuhan Yesus...
belinya di Mall aja ya...terima kasih Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa...Amieeennn

Well,it's so cute and pure from the heart
I'm grateful for each pray
*Siap2NabungBuatHadiahNatal*


13 Agustus, 2012

This Life Ain't Hard with GOD

The story 'bout woman who raised her 6years old son and nearly 2years old daughter. 

Last Christmast,right on the Christmas's eve...while they're enjoyed their dinner beside the Christmas tree.Three of them looks very happy and that night was so warm,they got used to this situations.Without a man around,just tree of them...have fun,enjoy and happy.

Untill this boy asked to his mum.....

  Boy : "so mum,i realized that u don't have a husband anymore don't u ?"

Suddenly,this woman was surprised by that question.She think that being alone for almost 2years made her son forgot that only three of them from now on. Then,she try to answer it slowly....

  Woman : "yes baby,mummy doesn't have husband anymore right now...is it bothering u ?"

With heroism act,the boy answered...

  Boy : "ooohhh no mummy,don't u ever worry 'bout that !."

He continued,

  Boy : "later,when i'm grown up like u,i will marry u so u'r not alone anymore.Also,i'm gonna be a good husband for u...i'll never ever leave u like dad".

 That woman just look at her son eyes and cried deep in her heart.And she said....

Woman : "REALLY !!!...Oh,baby thank u very much.This is the best things that ever happen in my life,i have son like u....."



May GOD bless the children.

Dua jenis Guru

(Disadur dari tulisan Rhenald Kasali Guru Besar Universitas Indonesia) 

Di hari pendidikan kemarin saya bertemu dengan dua jenis guru.
Guru pertama adalah guru kognitif, sedangkan guru kedua adalah guru kreatif.
Guru kognitif sangat berpengetahuan. Mereka hafal segala macam rumus, banyak bicara, banyak memberi nasehat, namun sayangnya sedikit sekali mendengarkan.

 Sebaliknya guru kreatif lebih banyak tersenyum, namun tangan dan badannya bergerak aktif. Setiap kali diajak bicara ia mulai dengan mendengarkan, dan saat menjelaskan sesuatu ia selalu mencari alat peraga. Entah itu tutup pulpen, botol plastik air mineral, kertas lipat, lidi, atau apa saja.
 Karena jumlahnya hanya sedikit, guru kreatif jarang diberi kesempatan berbicara. Ia tenggelam di antara puluhan guru kognitif yang bicaranya selalu melebar ke mana-mana. Mungkin karena guru kognitif tahu banyak, sedangkan guru kreatif berbuatnya lebih banyak.

  Guru kognitif Guru kognitif hanya mengajar dengan mulutnya. Ia berbicara panjang lebar di depan siswa dengan menggunakan alat tulis. Guru-guru ini biasanya sangat bangga dengan murid-murid yang mendapat nilai tinggi, disiplin belajar, rambutnya dipotong rapih, bajunya dimasukkan ke dalam celana atau rok, dan hafal semua yang ia ajarkan.
 Bagi guru-guru kognitif, pusat pembelajaran ada di kepala manusia, yaitu brain memory. Asumsinya semakin banyak yang diketahui seseorang maka semakin pintarlah orang itu. Dan semakin pintar akan membuat seseorang memiliki masa depan yang lebih baik. Guru kognitif adalah guru-guru yang sangat berdisiplin. Mereka sangat memegang aturan atau, meminjam istilah para birokrat (PNS), sangat patuh pada “tupoksi”. Saya sering menyebut mereka sebagai guru kurikulum. Kalau di silabus tertulis buku yang diajarkan adalah buku “x” dan bab-bab yang diberikan adalah bab satu sampai dua belas, maka mereka akan mengejarnya persis seperti itu sampai tuntas. Karena ujian masuk perguruan tinggi adalah ujian rumus, maka guru-guru kognitif ini adalah kebanggaan bagi anak-anak yang lolos masuk di kampus-kampus favorit. Kalau sekarang, mereka adalah kebanggaan bagi siswa-siswa peserta UN.
 Namun sayangnya, sekarang banyak ditemukan anak-anak yang cerdas secara kognitif sulit menemukan “pintu” bagi masa depannya. Anak-anak ini tidak terlatih menembus barikade masa depan yang penuh rintangan, lebih dinamis ketimbang di masa lalu, kaya dengan persaingan, dan tahan banting. Saya sering menyebut anak-anak produk dari guru-guru kognitif ini ibarat kereta api Jabodetabek yang hanya berjalan lebih cepat dari kendaraan lain karena jalannya diproteksi, bebas rintangan. Beda benar dengan kereta super cepat Shinkanzen yang memang cepat. Yang satu hanya menaruh lokomotif di kepalanya saja, sedangkan yang satunya lagi, selain di kepala, lokomotif ada di seluruh roda besi dan relnya.

  Guru Kreatif Ini guru yang sering kali dianggap aneh di belantara guru-guru kognitif. Sudah jumlahnya sedikit, mereka sering kali kurang peduli dengan tupoksi dan silabus. Mereka biasanya juga sangat toleran terhadap perbedaan dan cara berpakaian siswa. Tetapi mereka sebenarnya adalah guru yang bisa mempersiapkan masa depan anak-anak didiknya. Mereka bukan sibuk mengisi kepala anak-anaknya dengan rumus-rumus, tetapi membongkar anak-anak didik itu dari segala belenggu yang mengikat mereka. Belenggu-belenggu itu bisa jadi ditanam oleh para guru, orang tua, dan tradisi seperti tampak jelas dalam membuat gambar (pemandangan, gunung dua buah, matahari di antara keduanya, awan, sawah, dan seterusnya). Atau belenggu-belenggu lain yang justru mengantarkan anak-anak pada perilaku-perilaku selfish, ego-centrism, merasa paling benar, sulit bergaul, mudah panik, mudah tersinggung, kurang berbagi, dan seterusnya. Guru-guru ini mengajarkan life skills, bukan sekedar soft skills, apalagi hard skill. Berbeda dengan guru kognitif yang tak punya waktu berbicara tentang kehidupan, mereka justru bercerita tentang kehidupan (context) yang didiami anak didik.
Namun lebih dari itu, mereka aktif menggunakan segala macam alat peraga. Bagi mereka memori tak hanya ada di kepala, melainkan ada di seluruh tubuh manusia. Memori manusia yang kedua ini dalam biologi dikenal sebagai myelin dan para neuroscientist modern menemukan myelin adalah lokomotif penggerak (muscle memory). Di dalam ilmu manajemen, myelin adalah faktor pembentuk harta tak kelihatan (intangibles) yang sangat vital seperti gestures, bahasa tubuh, kepercayaan, empati, ketrampilan, disiplin diri, dan seterusnya. Saat bertemu dengan guru-guru kognitif saya sempat ditanya apakah mereka menggunakan alat-alat peraga yang disediakan di sekolah?  Saya terkejut, hampir semua guru bilang tidak perlu, semua sudah jelas ada di buku. Bahkan beberapa orang tidak tahu bahwa di sekolahnya sudah menyediakan mikroskop dan alat-alat bantu lainnya. Sebaliknya guru-guru kreatif mengatakan: “Kalau tidak ada alat peraga, kita akan buat sendiri dari limbah. Kalau perlu kita ajak siswa turun ke lapangan mengunjungi lapangan. Kalau tak bisa mendatangkan Bapak ke dalam kelas, kita ajak siswa ke rumah Bapak,” ujarnya. Saya tertegun. Seperti itulah guru-guru yang sering saya temui di negara-negara maju.
Di negara-negara maju lebih banyak guru kreatif daripada guru kognitif. Mereka tak bisa mencetak juara olimpiade matemateka atau fisika, tetapi mereka mampu membuat  generasi muda menjadi inovator, entrepreneur, dan CEO besar. Mereka kreatif dan membukakan jalan menuju masa depan. Saat membuat disertasi di University of Illinois, para Guru Besar saya bukan memaksa saya membuat thesis apa yang mereka inginkan, namun mereka menggali dalam-dalam minat dan objektif masa depan saya.
Sewaktu saya bertanya, mereka menjawab begini: “Anda tidak memaksakan badan Anda pada baju kami, kami hanya membantu setiap orang untuk membuat bajunya sendiri yang sesuai dengan kebutuhannya.” Selamat merayakan hari pendidikan dan jadilah guru yang mengantarkan kaum muda ke jendela masa depan mereka.